Minggu, 27 November 2016

0

Permainan Musik

Permainan musik adalah aktivitas musik yang dilakukan manusia. Dalam prosesnya, permainan musik dapat dilakukan secara perorangan atau tunggal (solo) atau kelompok.

Sekarang, mari kita cobalah melakukan praktik musik secara perorangan. Pilihlah media yang dapat dijadikan sebagai instrumen perkusif sederhana yang ada disekitar kamu, seperti botol dan sendok, bel, tepukan tangan, dan hentakan kaki. Kemudian dengarkan bunyi Pola ritmik 1 yang dimainkan oleh guru. Perhatikan ketukannya.
Permainan Musik
Pola Ritmik 1

Tirulah pola ritmik 1 itu dengan menggunakan media yang kalian pilih. Sesuaikan permainan pola ritmik 1 itu dengan mendengarkan ketukan yang diberikan oleh guru.

Setelah menguasai pola ritmik 1, mari kita lanjutkan dengan pola ritmik 2, 3, dan 4. Dengarkan contoh yang diberikan guru lalu tirukan pola ritmik 2, 3, dan 4 itu dengan menggunakan instrumen perkusif yang menghasilkan bunyi yang berada. Misalnya:

Pola ritmik 2
Permainan Musik

Pola ritmik 3
Permainan Musik

Pola ritmik 4
Permainan Musik

Setelah kalian sudah menguasai keempat pola ritmik itu, mari kita mainkan seluruh pola ritmik itu secara berkelompok. Setelah kalian dapat memainkan keempat pola ritmik itu secara berkelompok, dengan benar, pilihlah beberapa teman untuk menyanyika satu lagu berirama 4 yang kalian dengan baik.
0

Analisis Peran & Kreativitas Para Pemeran Teater

Kreativitas pemeranan adalah suatu metode atau cara untuk mengoptimalkan kemampuan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam pembelajaran pemeran pada penguasaan dan pengolahan; tubuh, suara, sukma dan pikir yang dimiliki murid dengan totalitas, penuh kesadaran, dan tanggungjawab atas peran yang diembannya. Sehingga diperoleh manfaat ganda, berupa: kebugaran, kecerdasan dan terjadi peningkatan kualitas dalam seni peran dari suatu watak tokoh yang diperankan.

Pembelajaran seni teater melalui kreativitas pemeraan dapat kalian lakukan dengan menggunakan keberanian trial and error dan bebas terbimbing melalui langkah-langkah pembelajaran seperti berikut ini:

Analisis Peran

Analisis artinya mengurai, memecahkan atau membedah sesuatu hal berdasar kaidah ilmiah dengan memfungsinya daya pikir kamu. Analisis peran dalam seni teater adalah kemampuan kalian untuk mengurai dan menghubungkan tokoh yang ada didalam naskah yang kalian baca, yang akan teman kalian perankan dengan tokoh yang kalian akan bawakan dalam bentuk seni peran. Kegiatan analisis peran atau penokohan dari sumber naskah yang kalian baca dituangkan dalam bentuk draf atau format analisis peran.
Analisis Peran dalam Kreativitas Pemeranan Teater

Keuntungan seorang pemeran dengan membuat analisis tokoh adalah untuk memudahkan koordinasi kerja dalam melaksanakan latihan pemeranan secara bersama dan bekerjasama dalam hal membangun kesamaan visi dan misi pemeranan yang akan ditampilkan oleh pemeran tokoh lain dalam kelompok kamu. Adapun tujuan akhirnya dengan melaksanakan analisis peran adalah terciptanya; keutuhan, keterpaduan dan keharmonisan pemeranan sesuai dengan watak tokoh dari naskah yang kalian dan kelompok kalian akan tampilkan. Langkah selanjutnya dalam kreativitas pemeranan adalah melaksanakan latihan bersifat individu dan kelompok, hingga melaksanakan presentasi pemeranan lisan dan tulisan secara kelompok.

  1. Sebelum berlatih pemeranan dibiasakan melaksanakan olah tubuh atau minimal pemanasan, peregangan dan melatih kepekaan terhadap: tubuh, wajah, mulut, vocal, dan sukma yang kalian akan gunakan dalam mengeklorasi watak tokoh dalam pemeranan.
  2. Bacalah naskah dibawah ini sampai akhir atau tuntas secara sendiri atau kelompok (langkah reading) !
  3. Lakukan pemilihan dan penentuan peran atau tokoh (casting) yang cocok dengan keinginanmu atau berdasar pembagian kelompok yang dibentuk!
  4. Lakukan analisis tokoh dan perwatakannya sesuai dengan peran yang akan kalian bawakan berdasar petunjuk naskah (pengarang) atau tanda-tanda yang diungkapkan dari kata-kata melalui dialog tokoh didalam naskah!
  5. Lakukan observasi tokoh dan perwatakan sesuai dengan peran yang akan kalian dan teman kalian bawakan berdasar pengamatan kalian terhadap orang-orang di lingkungan sekitar dengan keunikan, kekhasan dan mempunyai daya pesona atau greget.
  6. Hapalkan dialog (percakapan antar tokoh) dan ekplorasi (menggali) gerak tubuh, suara, dan penghayatan peran berdasar tokoh yang kalian akan bawakan berdasar naskah!
  7. Setelah hapal naskah dan mengetahui tanda akhir dialog lawan main pemeranan (kyu), lakukan olah atau eksplorasi ruang berupa: blocking, moving, business, leveling, waktu dan suasana dalam membangun irama permainan kelompok.
  8. Setelah lepas naskah, ekplorasi melalui teknik pemeranan dan eksplorasi pada unsur penunjang pemeranan (rias, busana dan properti). Selanjutnya kegiatan kalian adalah menyeleksi, dan menyusun ekspreasi pemeranan sesuai watak tokoh yang dibawakan dalam latihan kelompok!
  9. Menyongsong minggu terakhir penampilan, kalian dan kelompok kalian harus melaksanakan kegiatan membentuk: gladi kotor dan gladi bersih di tempat, di kelas, atau di panggung yang akan kalian gunakan untuk menampilkan kreativitas pemeranan dalam seni teater secara kelompok.
  10. Akhirnya kelompok kalian mempresentasikan atau konsep dan memaknai pembelajaran pemeranan sebagai hasil analisis watak tokoh dalam bentuk tulisan dan bermain seni peran dengan watak tokoh yang kalian bawakan secara individu dan kelompok sebagai hasil dalam berkreativitas seni peran.


Pada prinsipnya bahwa kreativitas dalam pemeranan adalah berupa prosedur atau tahapan dalam proses implementasi pemeranan sesuai watak tokoh dengan naskah yang kalian baca! Untuk mendapat hasil pemeranan yang maksimal kalian harus melaksanakan tahapan seperti berikut ini:

  1. Memilih dan menentukan naskah,
  2. Membaca naskah (Reading),
  3. Pembagian peran/tokoh (Casting),
  4. Menganalisis peran/tokoh,
  5. Menghapal naskah,
  6. Mengamati watak tokoh dari orang-orang disekitarmu,
  7. Mengeksplorasi pemeranan dengan dialog dan teknik pemeranan melalui latihan individu dan kelompok,
  8. Menyeleksi watak tokoh pemeranan,
  9. Menyusun watak tokoh pemeranan,
  10. Menggabungkan watak tokoh dengan aspek pemeranan dalam latihan kelompok,
  11. Membentuk pemeranan (gladi kotor dan gladi bersih) sebagai hasil latihan kelompok, dengan lisan (praktik
  12. Menampilkan pemeranan kelompok pemeranan) dan tulisan konsep pemeranan), dan
  13. Memaknai Pembelajaran Pemeranan.
Setelah kalian belajar mengenai lingkup dan berkreativitas pemeranan melalui aktifitas; analisis watak tokoh, proses latihan dan menampilkan karya pemeranan kalian dan kelompok kalian bersumber naskah yang ditentukan dan dipilih bersama. 
0

Prosedur Pertunjukan Musik

Setelah teknik pertunjukan musik, aspek lain yang perlu kamu pahami adalah prosedur pertunjukan musik. Prosedur dapat dipandang sebagai cara-cara tertentu untuk menyempurnakan suatu tindakan. Dalam hal ini, tindakan yang dimaksud adalah pertunjukan. Oleh karena itu prosedur pertunjukan dapat diartikan sebagai cara-cara tertentu untuk menyempurnakan pertunjukan. Hal-hal apa saja yang dapat menyempurnakan suatu pertunjukan?

Untuk membuat suatu pertunjukan musik  yang baik maka kamu harus menentukan bentuk kolaborasi seni dengan tema yang jelas. Kira-kira 3 – 6 bulan sebelum pertunjukan. Setelah tema yang jelas telah disepakati maka tindakan selanjutnya adalah menyeleksi permainan musik atau lagu-lagu dan instrumen yang akan digunakan dalam pertunjukan. Kemukakan rencana kamu kepada guru yang akan meneruskan rencana tersebut ke Kepala Sekolah. Kalau memungkinkan, guru bisa meminta pihak sekolah untuk menyediakan pelatih, baik untuk pemain musik, penari, maupun pemeran lakon.

Prosedur Pertunjukan MusikTahap selanjutnya adalah membuat jadwal latihan. Hal pertama yang dilakukan dalam jadwal latihan adalah melatih permainan musik dengan menggunakan instrumen-instrumen yang sudah ditentukan, latihan gerakan dengan musik, dan latihan memerankan lakon yang sesuai dengan peran yang akan dimainkan. Setelah permainan musik, gerakan, dan memerankan lakon sudah dianggap cukup baik maka jadwal selanjutnya adalah menggabungkan seluruh unsur itu dalam suatu kesatuan atau kolaborasi seni. Tahap selanjutnya adalah merancang kostum dan properti yang akan digunakan oleh seluruh kelompok pemain. Kostum tersebut sebaiknya disesuaikan dengan tema pertunjukan.

Kira-kira dua bulan sebelum pelaksanaan pertunjukan, kamu sebaiknya mulai membuat keputusan tentang latar dan properti panggung yang sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Setelah disepakati, mulailah membuat latar dan properti panggung. Apabila latar dan properti panggung telah selesai dibuat, kamu perlu membiasakan diri dengan kedua elemen tersebut menjelang pelaksanaan pertunjukan.

Apakah kamu berharap agar pertunjukan musik yang kamu rencanakan akan dilihat orang? Apa yang perlu kita lakukan untuk menginformasikan pertunjukan musik tersebut? Ya! Penyebaran informasi tentang pertunjukan kepada masyarakat. Agar pertunjukan musik yang akan kamu rencanakan diketahui oleh orang-orang lain atau masyarakat maka tindakan selanjutnya adalah mempersiapkan pemberitaan atau publikasi.Bagaimana publisitas pertunjukan musik dapat kamu lakukan?

Coba kalian sebutkan tiga cara untuk menginformasikan pertunjukan musik yang akan kalian lakukan ke masyarakat. Uraikan secara singkat mengapa cara-cara itu yang kalian pilih.

Selain itu, kamu sebaiknya juga mempersiapkan rancangan buku program pertunjukan atau buku acara. Bagaimana bentuk buku program pertunjukan? Apa kegunaan buku program pertunjukan tersebut? apa saja yang perlu dicantumkan dalam buku program pertunjukan tersebut?.

Coba kalian lihat beberapa buku program pertunjukan, kemudian ilustrasikan buku program pertunjukan musik yang akan kalian lakukan.

Ilustrasikan buku program pertunjukan musik yang akan kalian lakukan: Mendekati hari pelaksanaan pertunjukan, perbanyaklah buku program tersebut sesuai dengan perkiraan kamu terhadap jumlah penonton yang akan hadir.

Apabila sekolah mengizinkan, kamu dapat merencanakan pembuatan tiket pertunjukan. Harga tiket sebaiknya terjangkau oleh para siswa karena tujuan dari penjualan tiket dalam pertunjukan musik bagi siswa di sekolah bukan untuk kepentingan bisnis. Tiket dapat diperbanyak bersamaan dengan memperbanyak buku program.

Mengapa harga penjualan tiket pertunjukan musik siswa di sekolah harus sesuai dengan kemampuan siswa untuk membeli tiket tersebut? apa tujuannya?

Hal penting lainnya yang perlu dipersiapkan adalah pembentukan tim panitia pertunjukan. Berdasarkan beberapa gambar pertunjukan musik yang telah dicantumkan dalam bab ini, apakah yang dimaksud dengan panitia pertunjukan? apa peran mereka dalam pertunjukan musik? dan, mengapa suatu pertunjukan musik memerlukan tim panitia?

Coba kalian lihat beberapa gambar pertunjukan musik di internet. Berdasarkan gambar-gambar itu, buatlah penggolongan panitia, peran masing-masing golongan dalam pertunjukan musik, dan jelaskan manfaat keberadaan mereka dalam pertunjukan musik.

Untuk memperlancar proses pertunjukan, kamu juga perlu mempertimbangkan tersedianya ruang untuk para pemain melakukan pemanasan atau berkumpul dan ruang untuk mengganti kostum.

Prosedur terakhir yang harus dilakukan adalah memeriksa seluruh peralatan yang akan digunakan, seperti peralatan (termasuk instrumen), sound system, properti, tirai panggung, menyetem instrumen, dan memeriksa keamanan lantai panggung. Selain itu, menjelang dimulainya pertunjukan musik, kamu harus melakukan sedikit pemanasan agar tubuh kamu menjadi lebih rileks, baik dalam permainan musik maupun menari. 
0

Unsur-unsur Pemerana Seni Teater

Apa yang wajib kamu lakukan agar pemeranan kamu, dapat mempesona ? Modal dasar seorang pemeran tidak sebatas penguasaan tubuh, ekspresi mimik, penghayatan, suara dan kemampuan pikir yang wajib dimiliki, tetapi dalam pembelajaran seni peran perlu ditunjang dengan pengetahuan dan pemahaman pada unsur -unsur lain sebagai penunjang pemeranan didalamnya, yaitu cerita atau naskah, rias, busana, asesori (kostum), peralatan, irama permainan atau kepekaan musikalitas dan kepekaan ruang (tempat bermain peran).

Pentingnya unsur-unsur pemeranan dimaksud adalah untuk memberikan kesempurnaan dan totalitas ekspresi watak tokoh dan pesan moral yang diungkapkan seorang pemeran dalam suatu hubungan. Hubungan pemeranan yang dimaksud bahwa seorang pemeran tidak diam saja, duduk tertidur, berdiri kaku, melangkah seenaknya dan berbuat sekehendak hati tanpa dorongan dan motivasi yang jelas dalam menciptakan irama permainan secara bersama dan bekerjasama dengan kedatangan tokoh dan atau unsur artistik lainnya. Perlu kalian ingat kembali, inti dari seni teater adanya tokoh, pemeran, pelaku dengan media utamanya manusia. Inti dari cerita yang disampaikan tokoh adalah konflik atau pertentangan yang dijalankan oleh susunan cerita dalam hubungan sebab dan akibat (plot cerita) dengan mengusung tema cerita, yaitu pertentangan; tokoh utama dengan tokoh yang lainnya (heroic), tokoh utama dengan dirinya sendiri (psikologi), pertentangan dengan lingkungannya (social) dan pertentangan dengan keyakinannnya (religi). Tema-tema cerita itu menjadi unsur penting dalam penulisan naskah lakon atau drama atau seni teater. Terutama pada bentuk pertunjukan teater non tradisional.
Unsur Pemeranan dalam Seni Teater

Kata lakon sama halnya dengan istilah ‘ngalalakon-boga lalakon’ (dalam, Bahasa Sunda), atau ‘ngelelakon’ (dalam, Bahasa Jawa) artinya melakukan, melakoni cerita yang dilakukan seorang tokoh, biasanya tokoh atau pemeran utama dengan kata-kata (verbal) atau tanpa berkata-kata (non verbal) dalam suatu peran yang dibawakan.

1.Lakon

Kedudukan lakon, cerita atau naskah adalah unsur penting dalam seni teater sebagai nyawa, nafas atau ruh dalam menjalin hubungan cerita (struktur cerita) melalui tokoh atau peran yang dibawakan seorang pemeran. Lakon, cerita atau naskah adalah hasil karya pemeran, seniman dan atau sastrawan yang diwujudkan atau diangkat ke atas pentas seni teater, baik pertunjukan langsung atau tidak langsung (seni rekam), yakni; Sinematografi, TV Play, Sandiwara Radio dan Film. Karena tidak semua kreator teater (drama) mampu menulis naskah atau lakon atau skenografi sendiri, oleh sebab itu, naskah atau lakon yang ditulis orang lain (pengarang) di mata seniman teater adalah bahan baku atau sumber ide, gagasan dan pesan moral yang mengilhami untuk berkreativitas melalui karya teater.

Penulisan naskah atau lakon teater, baik pertunjukan teater panggung, sinetron, film dan radio mempunyai kekhasan tersendiri. Pemilihan tema dan panjang pendeknya cerita sangat tergantung pada babak, serial, episodic naskah dari ketertarikan setiap orang termasuk kalian (bersifat personal) dalam memahami: isi cerita, struktur cerita dan unsur-unsur cerita untuk dijadikan subjek karya teater. Dasar pemilihan naskah atau cerita yang akan diangkat ke atas pentas pertunjukan teater wajib bersikap hati-hati sesuai dengan tingkat perkembangan kejiwaan kamu. Naskah yang ada yang kalian baca secara tematik belum tentu sesuai dengan tingkat perkembangan kalian dan penonton yang akan diundang. Oleh sebab itu wajib bersikap selektif dan perlu kalian pertimbangkan baik buruknya, mudah sukarnya dalam pewujudannya.

Sumber-sumber cerita atau naskah atau lakon dapat kalian peroleh melalui: cerita-cerita fiksi, cerita sejarah, cerita–cerita daerah Nusantara atau cerita Jawa Barat lebih khususnya. dll. Sumber cerita Teater remaja dengan sarat nilai pendidikan terdapat pada dongeng binatang, fable (Si Kancil, Sang Harimau, dll.), kisah 1001 malam (Lampu Aladin, Ratu Balqis, Sang Penyamun, dll.), legenda (Sangkuriang, Sangmanarah, Lutungkasarung dll.), sejarah (Pangeran Borosngora, Pangeran Gesan Ulun, Pangeran Kornel, Wali Songo, dst.).

2.Unsur Penokohan dan Perwatakan

Penokohan atau kedudukan Tokoh yang disajikan oleh seorang dan atau beberapa pemeran adalah unsur penting dalam pemeranan berasal dari lakon, cerita, naskah yang ditulis atau tidak ditulis oleh seorang pengarang.

Penokohan didalam seni teater dapat dibagi dalam beberapa kedudukan tokoh atau peran, antara lain: Protagonis, Antagoni, Deutragonis, Foil, Tetragoni, Confident, Raisonneur dan Utility.

  1. Protagonis adalah tokoh utama, pelaku utama atau pemeran utama (boga lalakon) disebut sebagai tokoh putih. Kedudukan tokoh utama adalah memainkan cerita hingga cerita mempunyai peristiwa dramatis (konflik pertentangan)
  2. Antagonis adalah lawan tokoh utama, penghambat pelaku utama disebut sebagai tokoh hitam. Kedudukan tokoh berlawanan adalah yang mengahalangi, menghambat itikad atau maksud tokoh utama dalam menjalankan tugasnya atau mencapai tujuannya. Tokoh Antagonis dan Protagonis biasanya mempunyai kekuatan yang sama, artinya sebanding menurut kacamata kelogisan cerita di dalam membangun keutuhan cerita.
  3. Deutragonis adalah tokoh yang berpihak kepada tokoh utama. Biasanya tokoh ini membantu tokoh utama dalam menjalankan itikadnya. Kadangkala, tokoh ini menjadi tempat pengaduan atau memberikan nasihat kepada tokoh utama.
  4. Foil adalah tokoh yang berpihak kepada lawan tokoh utama. Biasanya tokoh ini membantu tokoh Antagonis dalam menghambat itikad tokoh utama. Kadangkala, tokoh ini menjadi tempat pengaduan atau memberikan nasihat memperburuk kondisi kepada tokoh Antagonis.
  5. Tetragonis adalah tokoh yang tidak memihak kepada kepada salah satu tokoh lain, lebih bersifat netral. Tokoh ini memberi masukan-masukan positif kedua belah pihak untuk mencari jalan yang terbaik.
  6. Confident adalah tokoh yang menjadi tempat pengutaraan tokoh utama. Pendapat-pendapat tokoh utama itu pada biasanya tidak boleh diketahui oleh tokoh-tokoh lain selain tokoh itu dan penonton.
  7. Raisonneur, adalah tokoh yang menjadi corong bicara pengarang kepada penonton.
  8. Utilitty, adalah tokoh pembantu baik dari kelompok hitam atau putih. Tokoh ini dalam dunia pewayangan disebut goro-goro (punakawan). Kedudukan tokoh Utilitty, kadangkala ditempatkan sebagai penghibur, penggembira atau hanya sebatas pelengkap saja, Artinya, kedatangan tokoh ini tidak terlalu penting. Ada atau tidaknya tokoh ini, tak akan mempengaruhi keutuhan lakon secara tematik. Kalau pun dihadirkan, lakon akan menjadi panjang atau menambah kejelasan adegan peristiwa yang dibangun.


Perwatakan atau watak tokoh atau karakteristik yang dimiliki tokoh atau pemeran di dalam lakon, dihadirkan pengarang adalah ciri-ciri, tanda-tanda, identitas secara khusus bersifat pencitraan sebagai simbol yang dihadirkan tokoh, berupa; status sosial, fisik, psikis, intelektual dan religi. Status sosial sebagai ciri dari perwatakan adalah menerangkan kedudukan atau jabatan yang diemban tokoh dalam hidup bermasyarakat pada lingkup lakon, antara lain; orang kaya, orang miskin, rakyat biasa atau jelata, penggangguran, gelandangan, tukang becak, kusir, guru, mantri, kepala desa, camat, bupati, gubernur, direktur atau presiden.

Status sosial sebagai ciri dari perwatakan adalah menerangkan kedudukan atau jabatan yang diemban tokoh dalam hidup bermasyarakat pada lingkup lakon, antara lain; orang kaya, orang miskin, rakyat biasa atau jelata, pelajar, mahasiswa, penggangguran, gelandangan, tukang becak, kusir, guru, ulama, Ustad, Ustadzah, mantri, kepala desa, camat, bupati, gubernur, direktur atau presiden.

Fisik sebagai ciri dari perwatakan, menerangkan ciri-ciri khusus mengenai jenis kelamin (laki perempuan atau waria), kelengkapan pancaindra atau keadaan kondisi tubuh (cantik-jelek, tinggi-pendek, kurus-buncit, kekar-lembek, rambut hitam atau putih, buta, pincang, lengan patah, berpenyakit atau sehat. Psikis sebagai ciri dari perwatakan menerangkan ciri-ciri khusus tentang hal kejiwaan yang dialami tokoh, seperti; sakit ingatan atau normal, depresi, traumatic, penyimpangan seksual, mudah lupa, pemarah, pemurah, penyantun, pedit, pelit, dan dermawan.

Intektual sebagai ciri dari perwatakan menerangkan ciri-ciri khusus tentang hal sosok tokoh dalam bersikap dan berbuat, terutama dalam mengambil sebuah keputusan atau menjalankan tanggungjawab. Misalnya, kecerdasan (pandai-bodoh, cepat tanggap-masa bodoh, tegas-kaku, lambat-cepat berpikir), kharismatik (gambaran sikap sesuai dengan kedudukan jabatan), tanggungjawab (berani berbuat berani menanggung resiko, asalkan dalam koridor yang benar). Unsur pemeranan selanjutnya adalah tubuh pemeran sebagai media ungkap wujud fisik dengan kelenturan dan ekspresi tubuhnya.

3.Unsur Tubuh

Tubuh dengan seperangkat anggota badan dan ekspresi wajah adalah unsur penting yang perlu dilakukan pengolahan atau pelatihan agar tubuh kalian memiliki; stamina yang kuat, kelenturan tubuh dan daya refleks atau kepekaan tubuh. Untuk mendapat tujuan dimaksud secara maksimal, bahwa seorang pemeran wajib rajin dan disiplin melaksanakan olah tubuh sebagai materi penting yang akan dibahas melalui teknik pemeranan. Disamping mempunyai kemampuan tubuh yang memadai untuk seorang pemeran, jangan lupa kalian harus sadar akan potensi kalian dalam hal memfungsikan unsur suara atau vokal.

4.Unsur Suara

Suara atau bunyi yang dikeluarkan indra mulut dan hidung melalui rongga dan pita suara adalah salah satu unsur pemeranan yang berfungsi untuk penyampaian pesan pemeranan melalui bahasa verbal atau pengucapan kata-kata. Unsur suara sebagai sarana dalam pemeranan seni teater agar berfungsi dengan baik, dan mempunyai manfaat ganda dalam menunjang seni peran perlu dilakukan pengolahan berupa pelatihan pada unsur-unsur anggota tubuh yang terkait dengan pernapasan dan pengucapan melalui teknik pemeranan.

5.Unsur Penghayatan

Penghayatan adalah penjiwaan, mengisi suasana perasaan hati, kedalaman sukma yang digali dan dilakukan seorang pemeran saat membawakan pemeranannya di atas pentas. Unsur penghayatan dalam seni peran perlu memperoleh perhatian khusus, sebab setiap pemeran dalam membawakan pemeranannya akan terasa berbeda. Sekalipun berasal penokohan yang sama dari naskah yang sama. Hal ini, sangat tergantung pada sejauhmana upaya pengalaman pemeranan dalam mengasah kepekaan sukmanya sehingga memunculkan kesadaran rasa simpati dan empati diri sendiri pada orang lain dan kepekaan menanggapi peristiwa yang terjadi dalam kehidupan. Latihan untuk mendapat kepekaan rasa atau sukma atau pengaturan emosi untuk seorang pemeran dapat dilakukan melalui teknik olah rasa yang akan dibahas pada sub bab pemeranan selanjutnya.

6.Unsur Ruang

Ruang dalam pemeranan adalah unsur yang menunjukan tentang; ruang yang diciptakan pemeran dalam bentuk mengolah posisi tubuh dengan jarak rentangan tangan dengan anggota badannya; lebar (gerak besar), sedang (gerak wajar), kecil (gerak menciut). Contohnya, gerak besar, biasanya pemeran mendapat suasana; angkuh, sombong, menguasai, agung, kebahagiaan, perpedaan status, dan atau marah dst. Adapun, ruang wajar dan bersahaja biasanya dilakukan seorang pemeran pada suasana; akrab, bersahaja, status sama, damai, tenang dan nyaman. Ruang pemeranan yang dibangun seorang pemeran dengan gerak atau respon kecil, biasanya dilakukan dalam suasana: tertekan, sedih, takut, mengabdi, dan budak.

Memahami pengertian ruang biasanya adalah tempat, area, wilayah untuk bermain peran dalam melaksanakan gerak diam (pose) atau gerak berpindah (movement). Hal ini dapat dilakukan dengan pengolahan pada irama gerak langkah (cepat, lambat dan sedang), garis dan arah langkah (horizontal, vertikal, diagonal, zigzag, melingkar dan berputar atau melingkar dalam suatu adegan peran.

7.Unsur Kostum

Pengertian kostum dalam seni peran adalah semua perlengkapan yang dikenakan, menempel, melekat, mendandani untuk memperindah tubuh pemeran pada wujud lahiriah dalam aksi pemeranan di atas pentas. Kostum meliputi unsur ; rias, busana, dan asesori sebagai penguat, memperjelas watak tokoh, baik secara fisikal, psikis, moral atau status sosial. Contohnya dalam berpakaian, seperti; Polisi, Tentara, Hansip, Satpam, Guru, Kepala Desa, Pejabat, Rakyat, Pengemis, Wadam, dan Anak Sekolah.

8.Unsur Property

Pemahaman Property dalam pemeranan adalah semua peralatan yang digunakan pemeran, baik yang dikenakan atau yang tidak melekat ditubuh, tetapi dapat diolah dengan menggunakan tangan (handprop) dan berfungsi untuk penguat watak atau karakter seorang pemeran, seperti : tas, topi, cangklong, tongkat, pentungan, kipas, panah dan busur, dan golok.

9.Unsur Musikal

Unsur musikal atau unsur pengisi, penguat, pembangun suasana laku pemeranan di atas pentas, meliputi; irama suasana hati atau sukma dalam membangun irama permainan dengan lawan main, irama vocal, suara pengucapan (Opera, Gending Karesmen, dan Wayang Wong) sang pemain, atau aktor, dan irama musik sebagai penguat karakter tokoh (Cepot, Bodor, Semar, dan Raja.) berupa; gending, musik, suara atau bunyi dan efek audio, baik melalui iringan musik langsung (live) atau musik rekaman (playback), contohnya; Musik Kabaret, dan Musik Operet.

Setelah kalian belajar mengenai aspek pemeranan, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini!
  1. Apa saja yang termasuk unsur pemeranan dalam seni teater?
  2. Apa perbedaan penokohan dan perwatakan di dalam seni peran?
  3. Apa yang dapat kalian lakukan setelah kalian mengetahui dan memahami unsur-unsur pemeranan?
Kamu telah mengetahui dan memahami unsur–unsur pemeranan sebagai pengalaman kalian dalam meningkatkan kualitas pengalaman belajar dalam memfungsikan potensi; wiraga, wirahma, wirasa dan wicara. Pembelajaran selanjutnya kalian diharapkan dapat mengolah potensi utama seni peran, melalui praktik dan latihan Teknik Pemeranan dengan terstruktur dan terbimbing dengan guru agar kalian memiliki penguatan dan kepekaan dalam bermain seni peran! 
0

Pengertian & Kreativitas Tari

Kreativitas baik adalah aktualisasi dari pribadi yang positif. Antara lain wajib memiliki inisiatif, keberanian dan kemampuan penalaran. Dalam menata sebuah tarian ada kalanya dimulai dari sebuah ide lalu dikembangkan dalam bentuk gerak namun dimulai dengan merangkai gerakkan lalu mencari ide, yang terpenting gerak yang dipilih wajib memiliki motivasi untuk pembentukaan tarian.

Penataan tarian dapat dimulai dengan cara eksplorasi gerak yang akan menghasilkan gerak yang baru . Dalam pengembangan selanjutnya eksplorasi diolah bersama ketiga elemen dasar pada seni tari yaitu gerak, waktu/ritme, ruang / pola lantai dan tenaga.

Cari dan amatilah beberapa gambar orang yang sedang menari di internet. diskusikan bersama dengan teman-temanmu. Termasuk ke dalam genre tari apakah gerak-gerak yang terdapat pada gambar itu.
  1. Apakah gambar itu termasuk gerak tari?
  2. Apa pendapat kalian tentang seluruh gambar itu?
  3. Gerak manakah yang termasuk gerak maknawi dan gerak murni?
  4. Lakukanlah gerak-gerak pada gambar itu?
  5. Gambar manakah yang sulit dan mudah untuk dilakukan? Jelaskan alasan kalian?
  6. Lakukan salah satu dari gerak pada gambar tersebut dan kembangkanlah gerak itu menjadi gerak yang baru dari hasil imajinasi kalian
Setelah kalian menjawab pertanyaan di atas, lalu diskusikanlah dengan teman-temanmu. Agar kalian lebih mudah memahami, bacalah konsep-konsep mengenai kreativitas tari, tahapan kreativitas tari, menyusun tari. Selanjutnya kalian dapat menampilkan karya tari dengan menggunakan iringan.

Pengertian Kreativitas Tari

Kata kreatif bukan adalah hal yang asing dan sering kita dengar. Kata kreatif sering dikaitkan dengan membuat karya. Tari salah satu bidang yang dapat dijadikan sebagai objek kreativitas karya seni. Dalam menyusun karya seni sangat dibutuhkan kreativitas tinggi untuk menghasilkan karya seni baik. Menyusun karya seni dapat menggunakan pembendaharaan gerak tradisi yang sudah ada atau melalui pencarian dan pengembangan gerak yang belum terpola sebelumnya yaitu dengan cara melaksanakan eksplorasi gerak, improvisasi gerak dan komposisi gerak yaitu penyusunan gerak menjadi sebuah tarian. Pengalaman dan kemampuan seseorang baik secara teoritis atau praktek dapat dijadikan bekal dalam mewujudkan kreativitas yang diwujudkan dalam karya seni.

Pernahkah kalian melihat seseorang yang sedang menciptakan karya seni tari? Bagaimanakah cara mereka membuat karya tari? Perhatikan dan amatilah gambar di bawah ini. Jelaskan bentuk pengembangan gerak pada gambar di bawah ini!

Pengertian dan Proses Kreativitas Tari

Mencipta adalah dorongan untuk merasakan, menemukan dan menuangkan ide-ide yang ada untuk dikembangkan. Tari tidak tercipta secara instan, terdapat sebuah proses atau langkah-langkah yang wajib ditempuh dalam menciptakan tarian. Proses untuk mencipta atau membuat karya tari dimulai dari mencari ide-ide, yaitu melalui eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan (komposisi).

Setelah kalian memahami tentang kreativitas tari. Jawablah pertanyaan di bawah ini:
1. Jelaskan yang dimaksud dengan kreativitas?
2. Sebutkan dan jelaskan tahapan melaksanakan proses kreativitas dalam berkarya seni?

Proses Kreativitas Tari

Pada dasarnya setiap orang mempunyai potensi kreatif. Meskipun dalam kadar yang berbeda, sebab setiap orang mempunyai kemampuan dan intensitas yang berbeda. Namun kreatif dapat dikembangkan melalui pendidikan dan latihan-latihan. Seperti menggambar jika tidak mencoba dan melaksanakan latihan secara rutin maka gambar yang dapat dibuat hanya pemandangan gunung saja. Kreatif tidak muncul begitu saja, tetapi wajib melalui proses terlebih dahulu yaitu dengan mencoba , melaksanakan dan berlatih secara berkelanjutan.

Kreativitas seseorang dapat dilihat dari hasil akhir kreatif yaitu karya. Hasil akhir itu dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal seperti faktor lingkungan, sarana, keterampilan, identitas, orisionalitas, dan apresiasi. Mengapa sebuah karya wajib orisionalitas? Apa penyebabnya jika karya itu tidak orsinil?Jelaskan pendapat kalian?

Proses kreativitas tari dapat dilakukan dengan tahapan yaitu: Eksplorasi gerak, yaitu proses berfikir, imajinasi merasakan dan merespon dari suatu objek yang kita jadikan sebagai bahan karya seni.

  • Improvisasi yaitu spontanitas sebab memiliki kebebasan dalam gerak dapat dilakuakan mulai gerak yang sederhana lalu dikembangkan.
  • Komposisi atau penciptaan karya seni yaitu menata, mengatur dan menata bagian-bagian sehingga satu dengan yang lainnya saling menjalin menjadi kesatuan yang utuh.


Buatlah kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari lima orang. Masing-masing orang mencari gerak yang ada di sekiling kalian. Imajinasikanlah gerak itu, menjadi gerak yang indah. Rangkai gerak-gerak dari masing-msaing individu menjadi satu bentuk tari.

Menyusun Karya Tari

Dalam menyusun karya tari dapat mempergunakan gerak tradisi yang suadah ada atau melalui pencarian gerak yang belum terpola sebelumnya. Perlu diperhatikan bahwa tari sebagai ekspresi seni menuntut kemampuan lebih dari sekedar merangkai gerak menjadi sebuah koreografi, melainkan wajib memiliki nilai estetis. Setelah gerak-gerak yang dimaksud telah terkumpul, lalu dirangkai menjadi tarian. Menyusun gerak baik adalah memadukan gerak maknawi dengan gerak murni, dirangkai sesuai dengan tema yang sudah ditentukan dan sudah mencakup arah gerak dan arah hadap. Arah memberikan orientasi pada tarian. Ada dua macam arah dalam menari, yaitu:


  1. Arah Hadap, menunjukkan kemana penari menghadap, ke kanan, ke kiri, ke depan, ke belakang, menengadah atau menunduk.
  2. Arah Gerak (lintas gerak), menunjukkan kemana penari akan bergerak, membuat lingkaran, zig-zag, berjalan maju dan mundur, serong diagonal, spiral dsb.


1. Level

Tingkat jangkauan gerak atau tinggi rendahnya gerak. Ada tiga level dalam menari, yaitu:
a. Level Tinggi : Meloncat
b. Level Sedang : Membungkuk
c. Level Rendah : Duduk

Dari hasil pengolahan suatu gerakan atau gerak yang telah mengalami sitisasi atau distorsi lahir dua jenis gerak tari. Pertama, gerak tari yang bersifat gerak murni dan yang kedua bersifat gerak maknawi.

Gerak murni adalah gerak tari dari hasil pengolahan gerak yang dalam pengungkapannya tidak mempertimbangkan suatu pengertian dari gerak tari itu. Disini yang dipertimbangkan adalah faktor nilai keindahan gerak tarinya saja. Misalnya gerak-gerak memutar tangan pada pergelangan tangan, beberapa gerak leher seperti pacak-jangga di Jawa, dan sebagainya. Sedangkan yang dimaksud dengan gerak maknawi adalah gerak wantah yang telah diolah menjadi suatu gerak tari yang dalam pengungkapannya mengandung suatu pengertian atau maksud disamping keindahannya.


2. Desain


Penata tari baik juga memperhatikan desain tari. Desain adalah garis yang terlihat oleh penonton yang ditimbulkan oleh gerak penari. Garis yang dilalui di lantai oleh para penari disebut desain bawah. Misalnya, garis diagonal, horizontal, zig-zag, spiral dll. Garis yang dilihat oleh penonton sebagai gerakan penari di atas pentas adalah desain atas. Contohnya, loncatan, gerak payung, dan pita.

Merangkai gerak agar menarik perlu ada adanya keseimbangan dasar dengan elemen lainnya, yang perlu diperhatikan yaitu sebagai berikut.

  1. Irama sebagai pengiring dan pemertegas gerak.
  2. Penguasaan ruangan dengan desain atas, bawah dan medium.
  3. Penataan komposisi penari untuk mengatasi kejenuhan sesuai dengan jumlah penari.
  4. Penggunaan rias dan busana yang selaras dan mencerminkan tema.

Desain musik adalah bagian yang terpenting dalam tari, musik adalah bagian pendukung dalam seni tari yaitu sebagai pengiring, pemberi suasana dan memberikan ilustrasi (ekspresi). Musik juga mengatur cepat lambatnya gerak dan membantu mewujudkan dramatik.

Tugas kelompok: Buatlah gerakan sederhana dengan iringan musik Cublak- Cublak Suweng hasil kreasi kalian dan tampilkan di depan kelas.

Menampilkan Karya Tari dengan Iringan


Menampilkan tari Lenggang Patah Sembilan

Dinamakan tari Lenggang Patah Sembilan sebab sesuai dengan pepatah Melayu lama. “Lenggang Patah Sembilan, semut dipijak tidak mati, antan terlan patah tiga”. Makna yang tersirat pada tarian mengungkapkan corak tarian ini sangat lembut namun pasti. Menyatakan bahwa seseorang itu wajib memiliki budi pekerti yang halus dan luhur, tetapi mempunyai ketegasan dalam berpikir dan bertindak. Lagu yang mengiringi tarian ini adalah Kuala Deli, Damak, Makan Sirih, Anak Tiung, Tudung Periuk, Batu Belah, Tudung Saji, Mas Merah , Burung Putih.

1. Perhatikan contoh tari Lenggang Patah Sembilan dari Melayu
2. Lakukan gerak tari Lenggang Patah Sembilan secara berpasangan dengan iringan

Ragam gerak tari Lenggang Patah Sembilan

1. Lenggang di tempat dan Patah Sembilan 1 x 8
2. Lenggang mengubah arah dan patah sembilan (arah ke luar) 1 x 8
3. Lenggang mengubah arah dan patah sembilan (arah ke belakang) 1 x 8
4. Lenggang mengubah arah dan patah sembilan (arah ke dalam) 1 x 8
5. Lenggang mengubah arah dan patah sembilan (kembali ke depan) 1 x 8
6. Lenggang memutar satu lingkaran dan patah sembilan , 1 x 8
7. Lenggang maju lurus ke depan dan patah sembilan, 1 x 8
8. Lenggang memutar satu lingkaran dan patah sembilan, 1 x 8
9. Lenggang mengubah arah, maju lurus dan patah sembilan (ke luar) 1 x 8
10. Lenggang memutar satu lingkaran dan patah sembilan , 1 x 8
11. Lenggang mengubah arah, maju lurus dan patah sembilan (ke belakang) 1x8
12. Lenggang memutar satu lingkaran dan patah sembilan 1 x 8
13. Lenggang mengubah arah, maju lurus dan patah sembilan ( ke dalam )
14. Hitungan 1 – 4 menghadap ke depan.


Evaluasi Pembelajaran 

Setelah kalian belajar dan menampilkan karya tari dengan iringan, jawablah pertanyaan berikut dengan Ya/Tidak

  1. Saya berusaha belajar kreativitas tari dengan sungguh-sungguh
  2. Saya berusaha belajar proses kratifitasi tari dengan sungguh-sungguh 
  3. Saya mengikuti pagelaran tari dengan tanggung jawab 
  4. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu 
  5. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami 
  6. Saya berperan aktif dalam kelompok 
  7. Saya menyerahkan tugas tepat waktu 
  8. Saya menghargai hasil karya orang lain yang di pertunjukkan 
  9. Saya menghormati dan menghargai orang tua 
  10. Saya menghormati dan menghargai teman Saya menghormati dan menghargai guru


Rangkuman

Kreativitas adalah hasil dari interaksi antara individu dengan lingkungannya. Kata kreatif sering dikaitkan dengan membuat karya. Tari adalah bidang yang dapat dijadikan sebagai objek kreativitas. Proses kreativitas tari dapat dilakukan dengan tahapan yaitu:

  • Eksplorasi gerak, yaitu proses berfikir, imajinasi merasakan dan merespon dari suatu objek yang kita jadikan sebagai bahan karya seni.
  • Improvisasi yaitu spontanitas sebab memiliki kebebasan dalam gerak dapat dilakukan mulai gerak yang sederhana lalu dikembangkan.
  • Komposisi atau penciptaan karya seni yaitu menata, mengatur dan menata bagian-bagian sehingga satu dengan yang lainnya saling menjalin menjadi kesatuan yang utuh.

Dalam menyusun karya tari dapat mempergunakan gerak tradisi yang sudah ada atau melalui pencarian gerak yang belum terpola sebelumnya.untuk menyusun karya tari dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pertama musik sudah ada lalu dibuat gerak tari dan kedua dengan menyusun gerak tari dan juga membuat iringan tarinya.
0

Seni Musik

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar musik, seperti di rumah, sekolah, kendaraan umum, mall, tempat-tempat rekreasi, dan lain-lain. Dapatkah kita mendefinisikan istilah ‘musik’ itu dengan tepat? Apa saja definisi musik yang pernah kalian ketahui? Sampai saat ini terdapat beberapa definisi yang diketahui masyarakat umum, di antaranya adalah:
  1. Musik adalah bunyi yang disukai oleh manusia
  2. Musik adalah bunyi yang terdiri dari ritmik dan melodi yang teratur
  3. Musik adalah bunyi yang enak untuk didengar (Schafer, 1995).
  4. Musik adalah bunyi yang disukai manusia.
Benarkah demikian ?

Mari kita mereview ketiga definisi di atas. Jenis atau genre musik apa yang kalian sukai? Sekarang, cobalah kamu dengarkan beberapa genre musik, seperti dangdut, tradisional, pop (Indonesia atau Barat), jazz, keroncong, atau musik campur sari. Genre musik apa yang kalian sukai dan tidak kalian sukai? Misalnya, salah satu di antara kalian ada yang menyukai genre musik pop (Indonesia atau Barat), tetapi tidak menyukai dangdut. Berdasarkan definisi “musik adalah bunyi yang disukai manusia” maka kalian memandang bahwa jazz adalah musik, sedangkan dangdut mungkin tidak disukai akan kalian anggap sebagai ‘bukan musik’.

Bagaimana dengan definisi kedua, “musik adalah bunyi yang terdiri dari ritmik dan melodi”? Bagaimana pendapat kalian mengenai definisi ini? Coba kalian cari dokumentasi audio dari internet atau sumber lain mengenai musik yang banyak dimainkan oleh kelompok-kelompok masyarakat di Afrika atau Irian, misalnya. Mereka seringkali memainkan instrumen-instrumen perkusif atau instrumen tidak bernada, seperti gendang atau drum, tepukan tangan, atau hentakan kaki, yang menghasilkan bunyi ritmis tanpa melodi. Dengarkan contoh berikut:


Keterangan:
CL = tepukan tangan
ST = hentakan kaki

Apakah kalian setuju dengan definisi yang menyatakan bahwa, “musik adalah bunyi yang enak untuk didengar”? “Enak” adalah suatu konsep yang mempunyai makna yang berbeda pada masing-masing orang. Coba kalian bandingkan musik yang terdengar di telinga dengan rasa pedas pada suatu jenis makanan yang dirasakan oleh lidah kita, misalnya. Bagi sekelompok orang yang terbiasa dengan rasa pedas, makanan itu dikatakan ‘enak’ sebab mereka terbiasa dengan rasa pedas itu. Namun, rasa pedas dapat dirasakan ‘tidak enak’ oleh kelompok orang lain sebab mereka tidak biasa dengan rasa pedas itu.

Musik adalah bunyi yang terdengar ‘enak’ di telinga. Benarkah?

Kondisi ini dapat digunakan untuk mendefinisikan musik. Bagaimana pendapat kalian mengenai definisi musik sebagai bunyi yang terdengar ‘enak’ di telinga? Misalnya, apabila kalian memandang musik pop sebagai musik yang ‘enak’ dan keroncong dilihat sebagai musik yang ‘tidak enak’, apakah kalian akan menganggap keroncong bukan musik? Jelaskan pendapat kamu!

Musik merupakan bahasa yang universal. Benarkah?

Ada pula sekelompok orang yang memandang musik sebagai bahasa yang universal. Bagaimana pendapat kalian mengenai definisi itu? Sekarang cobalah bayangkan. Misalkan kalian berkunjung ke salah satu kelompok masyarakat di daerah yang berbeda dari daerah asal kamu. Apakah kelompok masyarakat itu menggunakan bahasa sebagai perangkat untuk berkomunikasi antar-anggota masyarakat? Apakah komunikasi antar-anggota masyarakat itu dapat kalian pahami dengan baik? Apabila kalian tidak memahami apa yang sedang mereka komunikasikan, apakah bahasa dapat dikatakan bersifat universal?

Sekarang, kita ganti kata ‘bahasa’ menjadi ‘musik’. Apakah musik terdapat dalam setiap kelompok masyarakat? Apakah musik yang mereka mainkan dapat kalian pahami dengan baik? Apabila kalian tidak memahami musik yang dimainkan oleh sekelompok musisi dari budaya yang berbeda, apakah musik adalah bahasa yang universal? Jelaskan pendapat kamu! Setelah kita mereview beberapa definisi musik yang biasanya diketahui masyarakat umum, cobalah diskusikan definisi musik menurut pendapat kalian sendiri dan jelaskan alasan dari definisi itu.

Pengertian musik yang telah kalian diskusikan itu diharapkan dapat digunakan untuk memahami seluruh jenis/genre musik dalam seluruh kelompok masyarakat di dunia.
0

Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Seperti juga karya seni rupa dua dimensi, dilihat dari fungsinya karya seni rupa tiga dimensi dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :

  1. Karya yang mempunyai fungsi pakai (seni rupa terapan - applied art)
  2. Karya seni rupa yang hanya mempunyai fungsi ekspresi saja (seni rupa murni - pure art).

Perbedaan fungsi ditentukan oleh tujuan pembuatannya. Karya seni rupa sebagai benda pakai yang mempunyai fungsi praktis dibuat dengan pertimbangan kegunaannya. Dengan demikian bentuk benda atau karya seni rupa itu akan semakin indah dilihat dan semakin nyaman digunakan. Tahukah kalian bahwa sepeda motor yang kita kendarai, mobil yang kita tumpangi, kursi yang kita duduki, komputer dan laptop yang kalian gunakan adalah juga karya seni rupa tiga dimensi? Coba kalian jelaskan mengapa benda-benda itu dikategorikan karya seni rupa tiga dimensi.

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi