Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2016

0

Membuat Seni Rupa 2 Dimensi

Karya seni rupa mempunyai bentuk dan fungsi yang beraneka ragam. Berdasarkan dimensinya kita mengenal karya seni rupa dua dan tiga dimensi. Karya dua dimensi terwujud dari bergai bahan dan medium yang beraneka ragam. Karakter unik dari masing-masing bahan dan medium ini membutuhkan berbagai perangkat dan teknik pengolahan serta penggarapan untuk mewujudkan karya seni rupa itu. Bahan dan medium yang digunakan untuk berkarya seni rupa 2 dimensi dapat berupa bahan alami atau bahan sintetis. Keindahan karya seni rupa tampak secara visual dari bentuk dan obyek pada karya seni rupa itu. Unsur-unsur rupa (unsur fisik) disusun menggunakan prinsip-prinsip penataan (unsur nonfisik) membentuk komposisi obyek gambar atau lukisan yang unik dan menarik.

Obyek pada karya seni rupa dua dimensi dapat berwujud abstrak atau dapat juga menyerupai kenyataan yang ada disekitar kita. Mahluk hidup dan benda mati dapat digunakan sebagai model objek berkarya seni rupa dua dimensi. Melalui serangkaian tahapan proses berkarya seni rupa dua dimensi akan terwujud karya seni rupa dua dimensi yang unik dan menarik. Untuk terampil berkarya seni rupa tidak hanya ditentukan oleh bakat, akan tetapi terutama oleh latihan dan kesungguhan dalam berkarya.

Kemampuan berkarya seni rupa adalah anugerah Tuhan yang patut kalian syukuri. Kemampuan ini disyukuri oleh banyak perupa dengan membuat berbagai karya seni rupa yang memiliki manfaat bagi dirinya atau sesamanya baik secara fisik atau bathin. Kekayaan alam Nusantara kita syukuri sebab memiliki keanekaragaman objek dan bahan yang dapat digunakan untuk berkarya seni rupa dua dimensi. Budaya Nusantara yang beraneka ragam menghasilkan banyak karya seni rupa dua dimensi yang membanggakan di dunia internasional. Kita patut merasa bangga, pengakuan UNESCO pada Batik sebagai salah satu warisan dunia tidak benda menunjukkan penghargaan dunia Internasional pada karya seni rupa yang adalah bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia.

Kalian telah mencoba membuat karya seni rupa dua dimensi. Melalui proses berkarya seni rupa itu kalian belajar untuk tekun, disiplin dan bertanggung jawab serta menghargai karya seni rupa yang dihasilkan. Tidak ada karya yang jelek jika kalian sungguh-sunguh mengerjakannya. Setiap karya yang dihasilkan oleh teman kalian memilki keindahan dan keunikannya tersendiri. Karya yang indah tidak selalu karya yang mirip dengan kenyataan yang digambarkannya. Melalui penyajian karya dan saling memberikan tanggapan pada karya yang disajikan, kalian belajar untuk saling mnghargai perbedaan, menghargai keragaman yang Tuhan anugerahkan kepada kita semua.

Proses Berkarya Seni Rupa 2 Dimensi

Karya seni rupa 2 dimensi tidaklah tercipta dengan sendirinya. Pembuatan karya seni rupa 2 dimensi harus dilakukan melalui sebuah proses secara bertahap. Tahapan dalam berkarya ini berbeda  antara satu jenis karya dengan jenis karya lainnya mengukuti karakteristik bahan, teknik, perangkat dan medium yang digunakan untuk mewujudkan karya seni rupa itu.

Tahapan pertama dalam berkarya seni rupa dua dimensi ini adalah adanya motivasi untuk berkarya. Motivasi ini dapat berasal dari dalam diri atau dari luar diri perupanya. Benda-benda yang kecil atau hal-hal sederhana dalam kehidupan kita sehari-hari dapat menjadi ide untuk berkarya seni rupa dua dimensi. Cobalah perhatipkan benda-benda dan peristiwa sehari-hari disekitar kita lalu kembangkan hasil pengamatan anda menjadi gagasan berkarya seni rupa. Pilihlah bahan, media , perangkat dan teknik yang kalian kuasai dan ingin anda coba. Mulailah berkreasi menciptakan karya seni rupa.

Perharikan karya seni rupa dua dimensi gambar karikatur tokoh Naruto berikut ini ceritakan kembali langkah-langkah dalam proses berkarya seni rupa dua dimensi yang ditunjukan oleh gambar karikatur itu.

Proses dan Berlatih Berkarya Seni Rupa 2 Dimensi


Berlatih Berkarya Seni Rupa 2 Dimensi

Proses dan Berlatih Berkarya Seni Rupa 2 Dimensi

Amati karya seni rupa dua dimensi di atas, perhatikan obyek pada masing-masing karya itu. Kalian tentu dapat membedakan mana objek yang merupakan makhluk hidup dan mana obyek benda mati. Kalian juga dapat mencoba mengidentifikasi bahan dan teknik yang digunakan untuk membuat karya itu. Sekarang cobalah berlatih untuk membuat karya seni rupa dengan melihat model benda mati dan mahluk hidup yang ada disekitar kalian. Mulailah dengan model yang bentuknya sederhana terlebih dahulu. Cobalah amati kembali bagaimana unsur-unsur rupa dan prinsip-prinsip penataannya membentuk sebuah obyek dalam karya seni rupa. Jangan takut salah atau malu jika karya kalian tidak terlalu mirip dengan model yang kalian jadikan contoh.

Keindahan sebuah karya tidak hanya kemiripan bentuknya saja, tetapi kesungguhan dalam membaut karya itu akan menjadikan karya kalian unik dan menarik. Setiap manusia mempunyai karakter dan keunikan yangbeda -beda, demikian juga dengan karya yang kalian buat. Cobalah berkali-kali menggunakan berbagai model, bahan, teknik dan medium yang berbeda -beda. Rasakan oleh kalian dan kemukakan obyek mana yang menurut kalian paling menarik, bahan, media, dan teknik apa yang kalian sukai. Jelaskan mengapa obyek itu menarik dan bahan, media serta teknik itu kalian sukai.

Sajikan karya kalian bersama-sama lalu diskusikan bersama-sama berilah tanggapan tidak hanya pada karya yang kalian buat tetapi karya yang dibuat teman-teman yang lain.
0

Berkarya Seni Rupa 3 Dimensi

Pembuatan karya seni rupa tiga dimensi yang paling sederhana sekalipun dilakukan dalam sebuah proses berkarya. Tahapan dalam berkarya akan berbeda-beda sesuai dengan karakteristik bahan, teknik, perangkat dan medium yang digunakan untuk mewujudkan karya seni rupa itu. Tahapan dalam berkarya seni rupa tiga dimensi ini seperti juga karya seni rupa pada umumnya, dimulai dari adanya motivasi untuk berkarya. Motivasi ini dapat berasal dari dalam atau diri perupanya. Ide atau gagasan berkarya seni rupa tiga dimensi dapat diperoleh dari berbagai sumber. Cobalah perhatikan benda-benda dan peristiwa sehari-hari di sekitar kalian. Amatilah berbagai karya seni rupa tiga dimensi dari berbagai media cetak atau elektronik, lalu kembangkan hasil pengamatan kalian menjadi gagasan berkarya. Pilihlah bahan, media, perangkat dan teknik yang kalian kuasai atau ingin kalian cobalah dan mulailah berkreasi membuat karya seni rupa tiga dimensi.

Perhatikan bagan berikut ini ceritakan kembali langkah-langkah dalam proses berkarya seni rupa tiga dimensi yang ditunjukan oleh bagan itu.

Berkarya Seni Rupa 3 Dimensi


  1. Kalian telah mengamati dan belajar mengenai proses berkarya seni rupa tiga dimensi.
  2. Kalian dapat membuatnya juga
  3. Perhatikan contoh karya seni rupa tiga dimensi di bawah ini!

Berkarya Seni Rupa 3 Dimensi

Perhatikan karya seni rupa tiga dimensi di atas, cermati obyek pada masing- masing karya itu. Kalian tentu dapat membedakan mana obyek mahluk hidup dan mana obyek benda mati. Sekarang coba berlatih untuk membuat karya seni rupa dengan melihat model. Mulailah dengan memilih model yang bentuknya sederhana terlebih dahulu. Langkah selanjutnya, buatlah sketsa bentuk dan ukuran karya yang akan kalian buat. Kemudian pilih bahan yang cocok serta siapkan peralatan yang akan digunakan.

Berkarya Seni Rupa 3 Dimensi


Keindahan sebuah karya tidak hanya kemiripan bentuknya saja, tetapi kesunguhan dalam membuat karya itu akan menjadikan karya kalian unik dan menarik. Setiap manusia mempunyai karakter dan keunikan yang berbeda-beda, demikian juga dengan karya yang kalian buat. Cobalah menulis rencana karya yang akan kalian buat. Tuliskan alasan kalian dalam memilih model yang akan dicontoh serta alasan memilih bahan, medium, dan teknik yang akan digunakan. Cobalah juga membuat rencana dan berkarya menggunakan berbagai model, bahan, teknik dan medium yang berbeda-beda. Rasakan oleh kalian dan kemukakan obyek mana yang menurut kalian paling menarik, bahan, media, dan teknik apa yang paling kalian sukai. Jelaskan mengapa obyek itu menarik dan bahan, media serta teknik itu kalian sukai.

Sajikan karya kalian lalu diskusikan bersama-sama, berilah tanggapan tidak hanya pada karya yang kalian buat tetapi karya yang dibuat teman- teman yang lain juga.
0

Teknik Pembuatan Kolase

Keberadaan barang-barang bekas seperti, majalah lama, koran bekas, pakaian, kardus, kaleng, plastik kemasan, dan daun-daun kering di sekitar rumah kita acapkali dirasakan mengganggu   kebersihan   dan  kenyamanan hidup.

Semua ini benar adanya jika barang-barang bekas itu hanya dilihat sebagai “limbah” atau rongsokan yang tidak berguna. Namun jangan buru-buru Anda buang barang-barang bekas itu sebab Anda dapat menyulap “limbah” itu menjadi barang-barang yang “berharga”. Sentuhan ide-ide kreatif yang segar dan ketrampilan artistik yang Anda miliki akan menghasilkanmacam  kreasi kolase yang unik dan tidak ada duanya.

Pengertian dan Cara Membuat Karya Seni Kolase dengan Benar
Ketika masih di Sekolah Dasar Anda mengenal istilah “kolase” melalui aktivitas menghias kendi atau hiasan dinding dengan biji-bijian atau potongan perca. Mendekorasi permukaan suatu benda dengan menempelkan sesuatu di permukaannya adalah jenis kria yang tertua diciptakan oleh manusia. Menurut para ahli diperkirakan kegiatan ini bermula di Venice, Italia kira-kira pada abad 17 saat kota Venice menjadi terdepan dalam hal percetakan di Eropa. Seni kolase berkembang pesat di Perancis, Inggris, Jerman dan kota-kota lain di Eropa.

Dalam perkembangannya lalu kolase secara kreatif dimanfaatkan sebagai unsur estetik yang personal dalam sebuah karya lukis. Kolase menjadi media yang digemari oleh kalangan seniman dunia. Pablo Picasso, George Braque dan Max Ernest terkenal dengan karya-karya lukisnya yang memanfaatkan kolase kertas, kain dan bermacam-macam objek lainnya. Hal ini adalah inovasi kreatif dari seniman ini dalam kurun waktu 90 tahun yang lalu. Henri Mattise adalah salah satu seniman yang giat berkreasi dengan kolase saat jari-jari tangannya terserang arthritis hingga tidak mampu melukis lagi. Mattise beralih ke kolase, dia memotong-motong kertas warna dalam ukuran besar dengan bermacam-macam bentuk hingga tercipta mural kertas yang indah (Linderman, E. W.,1984:141-142).  Di situs ini Anda akan diberikan tips-tips praktis membuat kolase dari bahan-bahan bekas atau bahan-bahan alam yang terdapat di lingkungan sekitar. Anda dapat memanfaatkan kolase untuk bermacam-macam kebutuhan. Membuat kolase dapat adalah prosedur menghias atau mendekorasi yang sangat atraktif untuk diaplikasikan pada kartu ucapan, tas kertas, kotak hias, cover buku, bingkai foto, baki kayu dan lain sebagainya. Selain itu, Anda dapat pula mengembangkan kolase sebagai unsur estetik dalam seni lukis atau mengeksplorasi secara kreatif sebagai karya seni.

Pengertian Kolase


Kolase adalah komposisi artistik yang dibuat dari bermacam-macam bahan, seperti kertas, kain, kaca, logam, kayu, dan lainnya yang ditempelkan pada permukaan gambar. Kolase adalah karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan bermacam-macam macam paduan bahan. Selama bahan itu dapat dipadukan dengan bahan dasar, akan menjadi karya seni kolase yang dapat mewakili persaan estetis orang yang membuatnya.
Pengertian dan Cara Membuat Karya Seni Kolase dengan Benar

Seni kolase berlawanan sifatnya dengan seni lukis, pahat atau cetak dimana karya yang dihasilkan tidak lagi memperlihatkan bentuk asal material yang dipakai. Pada seni lukis, misalnya, dari kanvas putih menjadi lukisan yang berwarna-warni. Dalam seni kolase bentuk asli dari material yang digunakan harus tetap terlihat. Jadi kalau menggunakan kerang-kerangan atau potongan-potongan foto, material itu wajib masih dapat dikenali bentuk aslinya meskipun sudah dirakit menjadi satu kesatuan.

Dalam sejarahnya, seni kolase berkembang pesat di Venice, Italia, kirakira pada abad 17. Selanjutnya seni ini kian berkembang di Perancis, Inggris, Jerman, dan kota-kota lain di Eropa. Kolase menjadi media yang digemari kalangan seniman karna unik dan menuntut kreativitas tinggi. Pelukis Pablo Picasso, Georges Braque dan Max Ernst terkenal dengan karya lukis memakai teknik kolase kertas, kain dan bermacam-macam objek lainnya. Henri Mattise adalah salah satu seniman yang beralih kepada seni kolase saat jari-jari tangannya terserang arthritis sehingga tidak mampu melukis lagi.


Pemanfaatan bahan baku kolase yang bermacam-macam akan menghasilkan karakter bentuk kolase yang unik dan menarik yang dapat dibedakan menjadi : kolase dua dimensi dan kolase tiga dimensi untuk fungsi yang berbeda.

Unsur-unsur rupa yang terdapat pada kolase antara lain :

  • Titik dan Bintik: titik adalah unit unsur rupa yang terkecil yang tidak mempunyai ukuran panjang dan lebar, sedang bintik adalah titik yang sedikit lebih besar. Unsur titik pada kolase dapat diwujudkan dari butir-butir pasir laut. Sedang bintik dapat diwujudkan dari  lada atau biji-bijian yang berukuran kecil dan sejenisnya.
  • Garis: adalah perpanjangan dari titik yang mempunyai ukuran panjang namun relatif tidak mempunyai lebar. Ditinjau dari jenisnya garis dapat dibedakan menjadi: garis lurus, garis lengkung, garis putus-putus dan garis spiral. Unsur garis pada kolase dapat diwujudkan dari potongan kawat, lidi, batang korek, benang dan sebagainya.
  • Bidang: adalah unsur rupa yang terjadi sebab pertemuan beberapa garis. Bidang dapat dibedakan menjadi bidang horizontal, vertikal, melintang. Aplikasi unsur bidang pada kolase bisa berupa bidang datar (2D) dan bidang bervolume (3D).
  • Warna: adalah unsur rupa yang penting dan salah satu wujud keindahan yang dapat dicerap oleh indera penglihatan manusia. Warna secara nyata dapat dibedakan menjadi warna primer, sekunder dan tertier. Unsur warna pada kolase dapat diwujudkan dari unsur cat, pita/renda, kertas warna, kain warna-warni dan sebagainya.


Cara Membuat Karya Seni Kolase dengan Benar


Bahan-bahan pembuatan kolase antara lain:
1. Serutan Kayu
Untuk bahan kolase dapat digunakan serutan kayu yang wajib dikeringkan dahulu. Hal ini dimaksudkan agar warnanya tidak berubah, lalu serutan kayu dipotongpotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan dan siap untuk ditempel.

2. Kaca
Kaca yang digunakan adalah bekas potongan kaca yang biasa didapat di tempat orang yang memasang bingkai untuk gambar pajangan yang sudah tidak digunakanlagi. Agar kaca berwarna, dapat digunakan kaca biasa yang dicat. Kalau pemotong kacatidak ada, kaca dapat dibentuk dengan cara mengetok atau menghempaskan ke atas permukaan yang keras. Dengan cara ini akan diperoleh ukuran kaca yang tidak teratur dan tidak sama besar. Dalam pengolahan kaca diharapkan berhati-hati agar tidak terluka.

3. Batu
Batu yang cocok adalah batu akik sebab memiliki bermacam-macam warna, lalu diasah sehingga warnanya akan kelihatan lebih cemerlang.

4. Logam
Untuk kolase sebaiknya dipilih bekas-bekas logam yang gampang didapat, seperti seng, kuningan, dan aluminium. Plat logam dapat dipotong-potong dengan ukuran yang dikehendaki, lalu baru didatarkan ke bidang dasar kolase.

5. Keramik
Keramik mempunyai warna yang cukup banyak. Untuk keperluan membuat kolase dapat digunakan bekas potongan keramik untuk lantai rumah. Bahan ini dapat dipotongpotong, sesuai ukuran yang dikehendaki.

6. Tempurung (batok kelapa)
Untuk bahan kolase sebaiknya dipilih tempurung dari kelapa setengah tua sampai kelapa tua, lalu dibersihkan dari serat-serat sabut itu dihaluskan dengan ampelas. Setelah halus, baru dipotong dengan ukuruan yang dikehendaki.Tempurung dapat dipotong-potong dengan gergaji besi sesuai dengan ukuran yang dikehendaki.

7. Biji-Bijian
Biji-bijian diperoleh dari tumbuh-tumbuhan, biji-bijian ini banyak pula macamnya, demikian pula bentuk, ukuran, warna, dan teksturnya. Biji-bijian ini hendaknya dikeringkan terlebih dahulu agar warnanya tidak berubah lagi demikian pula penyusutannya. Bila perlu, dapat pula digoreng tanpa minyak.

8. Daun-daunan
Daun-daunan adalah bahan kolase yang sangat gampang diperoleh. Untuk dijadikan bahan kolase, diambil daun kering atau daun yang sudah gugur. Pilihlah warna daun kering yang berbeda-beda agar dalam penyusunannya menjadi sebuah lukisan atau desain akan lebih mudah.

9. Kulit-kulitan
Kulit-kulit berasal dari kulit buah dan kulit batang tumbuh-tumbuhan. Tidak semua kulit buah dapat dijadikan bahan kolase, demikian pula dengan kulit batang, kulit salak, kulit kacang tanah, kulit jeruk, dan kulit rambutan. Kulit batang yang dapat dijadikan kolase di antaranya: rambutan, kulit pisang, dan kelopak bambu. Semua kulit-kulitan haruslah dikeringkan dahulu sebelum digunakan sebagai bahan kolase, lalu dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang dikehendaki.

10. Kertas Bekas
Untuk bahan kolase sebainya dipilih kertas yang berwarna. Semua kertas berwarna pada dasarnya dapat dijadikan bahan kolase. Kertas-kertas bekas sampul, majalah, poster-poster, almanak-almanak, kemasan rokok atau kemasan produk-produk industri dapat pula digunakan sebagai bahan kolase. Dalam pemakaian, kertas dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang dikehendaki.

Teknik Pembuatan Kolase

  1. Siapkan bahan dari barang bekas, seperti koran, majalah, dan kertas. Media dan perangkat yang dibutuhkan: kalender bekas/kertas gambar, pewarna, gunting pensil, dan lem.
  2. Buat gambar bunga (atau gambar lain yang kalian inginkan) di kalender bekas/kertas gambar.
  3. Rencanakan penempelan bahan bekas pada gambar yang sudah kamu buat. Bahan bekas diberi pewarna terlebih dahulu.
  4. Gunting atau sobek bahan bekas menjadi ukuran kecil.
  5. Oleskan lem sedikit demi sedikit pada gambar yang akan ditempeli kertas.
  6. Tempelkan guntingan atau sobekan bahan bekas tadi pada kertas.
  7. Lakukan dengan rapi sesuai kreativitasmu. Usahan tempelan kertas  tertata dengan rajin sehingga hasil kolase juga rajin.

Selasa, 19 Juli 2016

0

Menambahkan Subtitle pada Video - Cara Mengedit Video Menggunakan Windows Movie Maker 6.1

Bagi yang masih bingung cara mengedit video, coba ikuti panduan cara
mengedit video yang saya buat. Semoga mempermudah kalian ....




C. Menambahkan Subtitle pada Video     
            Berikut cara menambahkan subtitle pada video...

1. Buka Windows Movie Maker 6.1


2. Masukkan video lewat “Import Media”


3. Pindah video ke “Timeline”


4. Tentukan durasi video yang ingin diberi subtitle. Lalu buka "Title and Credits".

5. Pilih "Title on the Selected Clip" agar subtitle berada di durasi video yang sudah kalian tentukan.

6. Tulis subtitle yang kalian inginkan.

7. Atur supaya tulisan dapat terlihat seperti subtitle video dengan menekan "Change the Title Animation" lalu tekan subtitle.

8. Edit tulisan subtitle sesuai kreasi kalian dengan menekan "Change the Text Font and Color".

9. Bila sudah selesai, tekan "Add Title" & subtitle sudah berada di "Title Overlay" pada Video.

10. Bila subtitle kurang ataupun kelebihan durasi dapat diatur dengan menaruh kursor pada subtitle di Title Overlay hingga muncul tanda.
Lalu geser untuk menambah ataupun mengurangi durasi yang kalian inginkan.


SELAMAT MENCOBA...


contoh hasil edit subtitle saya salah satu video klip album baru maher zain "One" Bika Moulhimi





Sabtu, 16 Juli 2016

Menggabungkan Video - Cara Mengedit Video Menggunakan Windows Movie Maker 6.1


Bagi yang masih bingung cara mengedit video, coba ikuti panduan cara mengedit video yang saya buat. Semoga mempermudah kalian ....

B. Menggabungkan Video

Setelah postingan yang pertama, kali ini saya akan melanjutkan dengan memberitahu cara menggabungkan video menggunakan Windows Movie Maker versi 6.1.

Peringatan

Postingan ini lanjutan dari yang pertama. Pastikan anda sudah lihat postingan saya yang pertama, “Memotong Video”... Oke...

1. Pastikan kalian sudah punya Windows Movie Maker 6.1



2. Buka aplikasi Windows Movie Maker 6.1.



3. Buka Import Media di pojok kiri atas untuk membuka folder video. Setelah ketemu video yang ingin diedit, tekan “Import”




4. Seret video yang sudah masuk ke “Timeline”



5. Masukkan video yang lain dengan cara yang sama seperti petunjuk sebelumnya. Lalu seret video ke “Timeline” untuk digabungkan dengan video sebelumnya.



6. Video yang selesai digabungkan lalu di Save melalui “Publish Movie”

7. Pilih tempat penyimpanan yang kamu inginkan, lalu tekan “Next”

8. Beri nama video & tentukan tempat folder video. Setelah itu tekan “Next” dan tunggu hingga video tersimpan di folder kamu...

Semoga Bermanfaat...

Memotong Video - Cara Mengedit Video Menggunakan Windows Movie Maker 6.1



Bagi yang masih bingung cara mengedit video, coba ikuti panduan cara mengedit video yang saya buat. Semoga mempermudah kalian ....
A. Memotong Video

1. Download aplikasi Windows Movie Maker versi 6.1 
(bila belum punya)

2. Buka Aplikasi Windows Movie Maker 6.1

3. Buka Import Media di pojok kiri atas untuk membuka 
folder video. Setelah ketemu video yang ingin diedit,
tekan “import”
 

4. Seret video yang sudah masuk ke “Timeline”

5. Tentukan bagian video yang ingin kalian potong. Lalu
potong menggunakan “Split”

6. Setelah video terpotong, bagian  video yang tidak 
diperlukan dihilangkan.

7. Save Video kalian melalui “Publish Movie”

8. Pilih tempat penyimpanan yang kamu inginkan, lalu
tekan “Next”
 

9. Beri nama video & tentukan tempat folder video. 
Setelah itu tekan “Next” dan tunggu hingga video 
tersimpan di folder kamu...



Selamat Mencoba...